Close

Chevron adalah salah satu dari produsen energi panas bumi terbesar di dunia dan memiliki operasi yang besar di Indonesia. Energi geothermal dihasilkan dari panas yang berasal dari dalam perut bumi. Energi ini mampu menghasilkan listrik yang andal tanpa efek gas rumah kaca.

Anak perusahaan Chevron Geothermal mengoperasikan dua proyek geothermal di Indonesia — Chevron Geothermal Indonesia, Ltd mengelola proyek Darajat dan Chevron Geothermal Salak, Ltd., mengoperasikan proyek Salak. Proyek Darajat menyediakan energi geothermal, yang mampu menghasilkan listrik berkapasitas 270 megawatt. Seluruh listrik yang dihasilkan dari operasi Darajat dijual langsung untuk kebutuhan listrik nasional. Chevron memiliki 100 persen kepemilikan operasional untuk injeksi uap, dan 95 persen kepemilikan operasi di Darajat.

Chevron memiliki dan mengoperasikan proyek Salak. Operasi geothermal ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Lapangan ini menyediakan suplai uap ke enam unit pembangkit listrik – yang tiga diantaranya merupakan milik perusahaan – dengan total kapasitas operasi mencapai 377 megawatt.

Operasi Geothermal Kami

Lebih dari 30 tahun Chevron telah menjadi pemimpin dalam pengembangan energi panas bumi dan operasi kami di Darajat dan Salak mewakili sekitar 50 persen produksi energi panas bumi di Indonesia.

Hasil gabungan dari operasi geothermal Darajat dan Salak kami memproduksi energi terbarukan yang dapat memenuhi permintaan sekitar 3 juta rumah di Indonesia.

Chevron juga mengoperasikan dan memiliki 95 persen kepemilikan di pembangkit listrik North Duri Cogeneration di Sumatera, yang menyediakan hingga 300 megawatt listrik dan kebutuhan uap untuk CPI untuk mendukung proyek injeksi uap CPI di Duri.

Dalam membangun keberadaan jangka panjang dan pengalaman geothermal di Indonesia, Chevron berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam pemenuhan energi terbarukan. Chevron terus mengejar peluang investasi dalam geothermal dengan secara aktif berpartisipasi dalam penugasan survei pendahuluan dan proses tender Pemerintah.